Rencana Penelitian

Akhirnya di semester kedua ini, dengan ditetapkannya jadwal presentasi di seminar internal lab, officially saya sudah harus mulai melakukan penelitian. Semester pertama lalu saya bukan tidak melakukan apa-apa. Di masa itu selain menyibukkan diri dengan mata kuliah yang seabrek, saya mencoba menyiapkan tema riset dan mengikuti kontes yang diadakan society di bidang saya. Tapi sekarang, tidak ada alasan lagi untuk tidak memulai riset.

Oh ya. Postingan kali ini bukan berarti saya ingin memberi tips untuk membuat rencana penelitian. Justru saya yang butuh nasehat. Saya hanya akan memaparkan pengalaman pribadi saya berkaitan dengan membuat rencana penelitian. Jadi buat anda yang berharap banyak, silakan tutup page ini dan tanya mbah google. Tapi kalau ingin yang santai kayak di pantai dan slow kayak di pulow, silakan lanjutkan membaca.

Mencari masalah

Di dunia “nyata” kita diajarkan untuk jangan cari-cari masalah. Kalau ngga mau digonggong, ekor anjing ya jangan diinjak, katanya. Tapi di riset, terutama di universitas, kita justru harus cari masalah, dan masalah itu harus original. Maksud dari original adalah bahwa tidak ada orang lain di dunia ini yang pernah mengerjakan hal yang sama. Ingat, tidak ada seorang pun! Dengan melakukan riset yang original, harapannya kita berkontribusi pada ilmu pengetahuan. Namun begitu susahnya mencari masalah yang original ini sampai katanya setengah lebih dari riset adalah cari masalah. Di setiap jenjang pendidikan (S1, S2, S3), semua dituntut untuk bisa original, walaupun masing masing berbeda dalam kadar originalitas maupun kadar kontribusi pada ilmu yang kita tuntut. Waktu S1 tingkat 4, beberapa kali tema yang saya ajukan tidak dianggap sebagai riset, tapi dibilang oleh sensei seolah hanya sekedar mengerjakan soal akhir bab karena walaupun apa yang dikerjakan agak sulit, tapi tidak ada nilai originalitas di dalamnya.

Untuk originalitas, saya yakin tak ada beda pendapat di antara semua peneliti di dunia ini. Semua setuju bahwa riset harus original. Tapi ada satu hal lagi yang kadang sering dilupakan. Yaitu apa makna riset kita secara keilmuan maupun aplikasi di kehidupan nyata. Kalau science, mungkin boleh saja kalau makna riset kita adalah originalitas dalam keilmuan, seperti misalnya di bidang astronomi, ada teman yang risetnya menemukan orbit planet, atau planet baru. Tapi untuk engineering, kita harus tanamkan dalam diri, riset ini 20-30 tahun ke depan mau dipake untuk apa, dan apa kontribusi kita untuk umat manusia. Sebagaimana motto Fakultas Teknik di kampus saya, “It’s not Politics, it’s not Rocks that change the world. It is Engineering.  Jadi kalau teman-teman ada di bidang engineering, pikirkan aplikasi ketika merencanakan penelitian.

Siap patah hati

Simbah Einstein bilang, “If we knew what it was we were doing, it would not be called research. ”Riset adalah melakukan sesuatu yang baru, yang hasilnya tidak diketahui. Kalau sudah tahu hasilnya, itu bukan riset. Karena kita sedang melakukan hal yang hasilnya kita belum tahu, sebagaimana ketika kita mau menembak gebetan yang perasaannya kita ngga tau (#eaaa) kita harus siap gagal. Di lab saya, untuk mahasiswa master, idealnya semua ide harus dari mahasiswa, dan professor pembimbing sifatnya hanya mengkoreksi (istilah kerennya membantai). Pada tahap awal riset, ketika mengajukan proposal riset ke dosen pembimbing pun kita sudah harus menyiapkan hati untuk ditolak. Dan kecenderungannya, semakin challenging tema yang kita ajukan, biasanya makin besar kita ditolak, dan semakin besar juga gagal di tengah jalan. Teman seangkatan saya baru-baru ini berfikir ide yang besar, membuat framework untuk energy system planning. Saya sendiri paham karena ketika beliau memikirkan ide ini saya ikut nimbrung. Saya tahu itu ide yang bagus, besar, tapi susah. Dan benarlah firasat saya. Begitu diajukan ke professor, langsung ditolak. Tapi saya selalu kagum pada kegigihan beliau. Tema riset yang diajukan ditolak, langsung dia bangkit untuk mencari tema riset baru berdasarkan advice dari pembimbing.

Untuk saya sendiri, saya baru belajar untuk mengerjakan riset secara SMART (Specific Measurable Attainable Realistic Timely). Memang kerja jadi jelas, tapi ada efek samping dari pola saya karena ada kecenderungan untuk tidak memilih topic-topik yang challenging. Karena tema yang saya ajukan attainable dan realistic itu mungkin ketika saya mengajukan tema riset, professor langsung, “Saya setuju, tolong di teruskan” Dan itu berarti perjalanan riset saya secara resmi dimulai.

Mohon doanya ya kawan-kawan.

Advertisements

About chemieingenieur

Let me introduce myself. My fullname is Baharuddin Maghfuri. I was born in 1988 in the city of Magelang, Indonesia. I spent my early childhood until my highschool in that peaceful small city. After that I study in Bandung Institute of Technology for just one semester. I hope you don’t think I dropped out. Ministry of Education, Culture, Sport and Technology of Japan gave me a big opportunity to study in undergraduate program in japan. And now, I live in Japan, studying Chemical Engineering in Tokyo Institute of Technology. I hope everything will be alright and I’ll complete the undergraduate degree in 2011, then just continue onto Master Degree with qualification Chemical Engineering. Most of my interests are related with my study, photography, pop music and computers: - Chemical engineering in undergraduate level, such as Stoichiometry, Thermodynamics, Transport Phenomena etc. - Studying languages – I am able to communicate in English, Japanese, Indonesian. Now I’m trying to learn Germany. - I love to spend my free time hang out with my friends from Indonesia and taking pictures. - The C Programming and other codings also makes me happy and of course blogging at time to time. But nowdays, beside doing my interests, Indonesian community here asked me to work with them in some volunteer activities. The followings are some of them. You might find my name in their sites. 1. Kammi Jepang 2. PMIJ 3. PPI Tokodai 4. KMII Jepang and so on.
This entry was posted in Fun Times, Sci-Tech. Bookmark the permalink.

One Response to Rencana Penelitian

  1. Hada says:

    Sukses gan,, itu sudah jalannya.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s