Prinsip 5S dalam Servis di Jepang dan Pengertian Servis Itu Sendiri

Bagi teman-teman yang sedang bekerja di Jepang, atau sedang belajar di Jepang, ataupun teman-teman di Indonesia yang akrab dengan motor terutama motor Suzuki, kemungkinan besar sudah tidak asing dengan 5 S, yaitu:

  1. 整理(Seiri: Bisa membedakan mana yang masih dibutuhkan/tidak dibutuhkan)
  2. 整頓(Seiton: Letakkan barang di tempat yang aman namun mudah dipahami orang lain)
  3. 清掃(Seijo: Peliharalah barang agar tetap seperti barang baru)
  4. 清潔(Seiketsu: Jagalah kebersihan agar siapapun yang melihat merasa nyaman)
  5. 躾(Shitsuke: Jagalah apa yang disepakati bersama)

Jepang, melalui industri manufakturnya telah sukses menyebarkan prinsip ini ke seluruh dunia. Di pabrik-pabrik milik jepang maupun di bengkel-bengkel, prinsip ini selalu diajarkan ke setiap karyawan yang sedang dalam masa training (研修).

Tapi beberapa waktu lalu saya menemukan 5S yang lain. Di sudut kantin 2 kampus Oookayama Tokyo Institute of Technology, saya melihat ada sebuah papan bertuliskan サービスの5S (5S dalam servis), dan pengertian servis itu sendiri dalam bahasa (jepang) yang menarik. Walau agak kurang begitu jelas, saya berhasil menjepret papan itu dari luar jendela :-)

1. Pengertian Servis di Jepang

Gambar di atas menggambarkan secara singkat, padat dan jelas tentang pengertian servis, yaitu:

サービスとはお客様が

Servis adalah pengunjung membeli

欲しいとき

pada waktu yang diinginkan

に欲しいもの

mendapat apa yang diinginkan

欲しい形(状態)

dalam bentuk yang diinginkan

購入して頂き

満足していただくこと。

dan menunjukkan kepuasan.

2. 5S dalam Servis

Nah, kalau gambar yang ini memperlihatkan 5 S yang harus dimiliki setiap tenaga kerja di bidang servis, yaitu bidang-bidang yang harus menghadapi “customer”.  Sedikit berbeda dengan prinsip khas jepang yang memakai bahasa jepang. Kali ini dalam bahasa Inggris. Mungkin biar pas jadi 5S :-). Mereka adalah:

  1. スピード(Speed)
  2. スマイル(Smile)
  3. スマート(Smart)
  4. 誠意(Sincerity)
  5. 勉強(Study)

Sayang sekali, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang servis seperti bank, operator seluler, pariwisata maupun bidang jasa yang lain belum mendunia seperti perusahaan manufaktur, jadi prinsip ini hanya dikenal di Jepang. Tapi tak ada salahnya kita belajar dari prinsip ini sekalipun tidak/belum masuk di perusahaan jasa. Kenapa? Karena tentunya orang yang baru kita kenal akan melihat latar belakang kita, almamater kita, ataupun tempat kerja kita dari cerminan diri kita. Kalau kita terlihat slow, sad, stupid, slick, scorn (5S lawan dari 5 S di atas…original by me), nama almamater dan tempat kerja kita dipertaruhkan :-)

Semoga kutipan ini bermanfaat, termasuk jika dibaca oleh pengurus PPI Jepang yang notabene sampai detik ini berjuang dengan jargon “Memimpin untuk melayani”, dan “I serve, therefore I exist” :-)

At last, GANBARIMASHOU :-)

About these ads

About chemieingenieur

Let me introduce myself. My fullname is Baharuddin Maghfuri. I was born in 1988 in the city of Magelang, Indonesia. I spent my early childhood until my highschool in that peaceful small city. After that I study in Bandung Institute of Technology for just one semester. I hope you don’t think I dropped out. Ministry of Education, Culture, Sport and Technology of Japan gave me a big opportunity to study in undergraduate program in japan. And now, I live in Japan, studying Chemical Engineering in Tokyo Institute of Technology. I hope everything will be alright and I’ll complete the undergraduate degree in 2011, then just continue onto Master Degree with qualification Chemical Engineering. Most of my interests are related with my study, photography, pop music and computers: - Chemical engineering in undergraduate level, such as Stoichiometry, Thermodynamics, Transport Phenomena etc. - Studying languages – I am able to communicate in English, Japanese, Indonesian. Now I’m trying to learn Germany. - I love to spend my free time hang out with my friends from Indonesia and taking pictures. - The C Programming and other codings also makes me happy and of course blogging at time to time. But nowdays, beside doing my interests, Indonesian community here asked me to work with them in some volunteer activities. The followings are some of them. You might find my name in their sites. 1. Kammi Jepang 2. PMIJ 3. PPI Tokodai 4. KMII Jepang and so on.
This entry was posted in All-About-Japan. Bookmark the permalink.

11 Responses to Prinsip 5S dalam Servis di Jepang dan Pengertian Servis Itu Sendiri

  1. senpaygalak says:

    Har, ini ni aku ngomen~

    と、それだけ言ってあげたかったけど…..

    かわいそうだから、長いコメントを書かせていただく^^

    ada satu lagi Har yang aku suka dari service di Jepang yaitu prinsip bahwa “Okyakusama wa Osama” (ada juga sih yang bilang okyakusama wa kamisama, tapi jangan lah! masak menuhankan pelanggan)

    Kalau masuk ke toko di Jepang, kebanyakan pelayan toko tak memperdulikan apakah kau orang (kelihatan)kaya yang menenteng tas Louis Vitton atau pelajar asing menenteng tas kresek supa, mereka dengan ramah akan menyambut dan melayani kita.

    Hmm tapi kadang kelamaan di Jepang bikin kita “manja”. Ketika berhadapan di kasir di Indonesia yang melayani sambil ngobrol dengan kasir lain jadi merasa di”aniaya”, padahal dulu biasa aja.

    • chemieingenieur says:

      Betul, senpai… Satu hal yang sy ga setuju dari orang jepang itu adalah mereka itu gampang sekali meng-Kami Sama-kan sesuatu. Michael jackson suara bagus dikit…langsung dituhankan (coba liat youtube M.J. upload-an orang jpn, red.)

      Tapi sayangnya senpai…seperti itu sudah mulai luntur di kalangan anak-anak muda. Kadang di supa dekat rumah, kata “Irasshaimase!” dikompress jadi “`:^#o+ mase…”, “Arigatou gozaimashita” jadi “Ars`:|j}%# sta…” Kadang jadi miris. Sy sendiri kadang malah salut sama rekan2 sesama orang asing yang baito. Kebanyakan mereka –mungkin karena merasa di negeri orang– justru malah 礼儀正しい melebihi orang jepang :-)

      Ganbarou!! :-)

      *Btw, ni senpai yang mana ni…. *Senpai galak*

  2. fakhria says:

    besok aku cari papan サービスの5S nya ah!
    btw, “study” di situ maksudnya apa?

    • chemieingenieur says:

      Cari aja fa…tp kadang butuh iman dan takwa untuk nyari-nyari seperti itu. Ganbatte :-)
      Btw, study tu maksudnya belajar dari kesalahan dan selalu improve :-)

  3. chemieingenieur says:

    Woalah… Desukedo-Senpai toh :-D (demi 個人情報 sy rahasiakan identitas asli :P )

    kawaii?? ckckckck…. mbak, mbak…kalo ngga senpai sy mkn langsung bilang “howekss…”
    Tapi krn senpai ya ngga berani :-P

  4. ashray says:

    “…Semoga kutipan ini bermanfaat, termasuk jika dibaca oleh pengurus PPI Jepang yang notabene sampai detik ini berjuang dengan jargon “Memimpin untuk melayani”, dan “I serve, therefore I exist”….”

    wiiiihh..merinding bacanya har…makasih ya har telah diingatkan..Semoga kita bisa menjalankan 5S ini dengan sebaik2nya..Jazakallah khair..

    Ganbarou, brother..

  5. Habib san says:

    Shitsureisimasu…

    Ada 5S, ada lg gak yg selain 5 S … terus ada kaitannya gak dgn prinsip Kaizen dr Jepang…

    Domo Arigatou :)…..

  6. muhammadi says:

    Hajimemasita…
    ikut nimbrung…
    Thx for your blog.
    Sangat membantu buat kultum saya
    (_ _)
    uu

  7. 5S memang sangat penting di implementasikan, terutama di perusahaan produksi.

  8. Thanks for the sharing and information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s